EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERTAMA SEBAGAI PEJABAT POLITIK LEVEL TERTINGGI DI KABUPATEN BIMA

Authors

  • Muhamadong Muhamadong Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima
  • Hendra Hendra Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima
  • Salahuddin Salahuddin Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima
  • Firliah Rizkiani Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima

DOI:

https://doi.org/10.59050/jian.v16i2.37

Keywords:

Efektifitas Kepemimpinan, politik, perempuan

Abstract

Sebagai seorang perempuan yang memimpin Kabupaten Bima, seorang Bupati Kabupaten Bima menjadi motor penggerak bagi masyarakatnya untuk terlibat aktif dalam pembangunan di Daerah. Untuk itu, kepemimpinan penting adanya guna membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Tim peneliti melihat di Kabupaten Bima – NTB bahwa perempuan yang menjadi sosok pemimpin (pejabat) politik merupakan hal yang langka, terlebih lagi   menjadi seorang Bupati yang beberapa waktu memenangkan PILKADA. Kabupaten Bima ”. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu ; Bagaimana    Kesuksesan Kepemimpinan Hj. Dinda Dhamayanti Putri, SE Sebagai Bupati Bima ? Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi).      Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima telah memperlihatkan pencapaian kinerja yang sangat signifikan atas sasaran- sasaran strategis yang telah ditetapkan. Hasil analisis pencapaian indikator sasaran terhadap 13 sasaran yang mencakup 35 indikator sasaran, diketahui bahwa 11 indikator sasaran atau 31,43 % Sangat Berhasil, 23 indikator sasaran atau 65,71 % Berhasil, 1 indikator sasaran atau 2,86 % cukup berhasil. Rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 110,87 % atau bermakna Sangat Berhasil. Jadi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2019 Sangat Berhasil.

References

Afkhami, M., Eisenberg, A., & Vaziri, H. (2003). Leading to Choices: A Leadership Training Handbook for Women. Syracuse: Syracuse University Press.

Bakken, L.L. (2005). Who Are Physician-Scientists’ Role Models? Gender Makes a Difference. Academic Medicine,

(5), 502-506.

Cain, J.M. et al. (2001). Effects of Perceptions and Mentorship on Pursuing a Career in Academic Medicine in Obstetrics and Gynecology. Academic Medicine,

(6), 628-634.

Carr, P.L. et al. (2003). A Ton of Feathers: Gender Discrimination in Academic Medical Careers and how to Manage It. Journal of Women’s Health, 12(10), 1009-1018.

Chesler, N.C. & Chesler, M. A. (2002). Gender-Informed Mentoring Strategies for Women Engineering Scholars: On Establishing a Caring Community. Journal of Engineering Education, 91(1), 49-55.

Choi, C.Q. (2004). Women Scientists Face Problems. The Scientist, 18(3).

Danim, Sudarman (2004), “Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok”, Asdi Mahasatya, Jakarta.

Hoare, J. and Gell, F. (2009). Women’s Leadership and Participation: Overview. In Hoare, J. and Gell, F.

(eds.), Women's Leadership and Participation: Case Studies on Learning for Action (pp. 1-17). Warwickshire: Practical Action

Publishing Ltd in association with Oxfam GB.

Ibrahim, Marwah Daud. (1991). Perempuan Indonesia: Pemimpin Masa Depan? Mengapa Tidak. Dalam Tan Melly G. Perempuan Indonesia Pemimpin Masa depan? Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Johnke, et all. (2000), Organization Behavior Concept, Controversies, Aplications, PrenticeHall.Inc, Englewood Cliffs.

Jónasdóttir, A.G. (1988). On the Concept of Interests, Women’s Interests and the Limitation of Interest Theory. In K.B. Jones

and A.G. Jónasdóttir (eds.), The Political Interests of Gender. London: Sage Publications.

Khairuddin, 2000. Pembangunan Masyarakat. Liberty, Yogyakarta.

Kartono, Kartini. (1983). Pemimpin dan kepemimpinan: Apakah

Pemimpin Abnormal itu? Jakarta : CV. Rajawali.

Moeleong, Lexy J. (1990). “Metode Penelitian Kualitatif”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Niemeier, D.A. & González, C. (2004). Breaking into the Guildmasters’ Club: What We Know About Women Science and Engineering

Department Chairs at AAU Universities. NWSA Journal,

(1), 157-171. Nugroho, R., (2006). Analisis faktor- faktor yang Mempengaruhi kinerja karyawan (Studi Empiris pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Cabang Bandung), Tesis, Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Dipenogoro.

Patton, Adri. (2005). Peran Informal Leader Dalam Pembangunan Daerah di Daerah Perbatasan Kabupaten Malinau, Universitas

Brawijaya, Malang.

Parson, Waine. (2005). Public Policy, Pengantar Teori dan Praktek Analisis Kebijakan. Kencana. Jakarta.

Rosser, S.V. & O’Neil Lane, E. (2002). Key Barriers for Academic Institutions Seeking to Retain Female Scientists and Engineers: Family-Unfriendly Policies, Low Numbers, Stereotypes, and harassment. Journal of Women and Minorities in Science and Engineering, 8, 161-189.

Safi’i, Kencana Inu dkk, (1999).”Ilmu Administrasi Publik” PT Rineka Cipta, Jakarta.

Suryono, Agus. 2001. Teori dan Isu Pembangunan, UM-Press, Jakarta.

Sugandi, supra, yogi. ( 2001) Administarsi Publik, Konseo dan perkembangan ilmu di Indonesia. Graha Ilmu Yogyakarta.

Terry R. Goerge, (2005) “Dasar-Dasar Manajemen”, Cetakan ke sembilan, Jakarta: PT Bumi Aksara.

Thoha, Miftah. (2010). Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Dokumen –Dokumen

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah {LAKIP}Kabupaten Bima Tahun 2018

Downloads

Published

2019-12-30

How to Cite

Muhamadong Muhamadong, Hendra Hendra, Salahuddin Salahuddin, & Firliah Rizkiani. (2019). EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERTAMA SEBAGAI PEJABAT POLITIK LEVEL TERTINGGI DI KABUPATEN BIMA. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 16(2), 32–46. https://doi.org/10.59050/jian.v16i2.37