Manajemen Mitigasi Bencana Longsor Oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Di Jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.59050/jian.v23i1.418Keywords:
Kata Kunci: Manajemen, Mitigasi, Bencana.Abstract
Kecamatan Cangar merupakan salah satu daerah di Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Cangar mempunyai jalur yang bernama Jalur Cangar–Pacet. Kawasan ini memiliki potensi bencana longsor yang cukup besar, maka dari itu manajemen mitigasi bencana sangat memiliki peran penting untuk mengurangi potensi risiko longsor, sehingga dampak yang mungkin ditimbulkan tidak semakin meluas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan teknik wawancara sebagai metode utama untuk memperoleh data dan informasi secara faktual mengenai manajemen mitigasi bencana yang dilakukan oleh peneliti. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap informasi iklim dan peringatan bencana yang disampaikan oleh pemerintah menjadikan salah satu faktor utama kendala dari mitigasi bencana ini. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bentuk manajemen mitigasi bencana yang dilakukan oleh DPU Bina Marga Jawa Timur untuk mengatasi masalah longsor yang terjadi di jalur cangar-pacet, kabupaten mojokerto. Penerapan program mitigasi melalui kerjasama antar instansi menjadikan mitigasi menjadi lebih efisien. Peneliti menggunakan teori Nick Carter (1991) dalam bukunya Disaster Management: A Disaster Manager’s Handbook mengenai manajemen bencana dengan tahapan utama meliputi prevention atau pencegahan, mitigation atau peringanan, dan preparedness atau kesiapsiagaan. Hasil dari pembahasan, manajemen mitigasi bencana sudah berjalan secara terstruktur dengan baik, dari pihak terkait memiliki langkah antisipatif dengan menyediakan jembatan bailey untuk jembatan darurat paska terjadi longsor, tantangan yang di hadapi mengenai faktor cuaca serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap informasi dan peringatan bencana. Kesimpulan yang didapat DPU Bina Marga Jawa Timur sudah memiliki langkah yang cukup strategis tetapi masi perlu evaluasi untuk mengoptimalkan perlindungan dan mengurangi resiko terjadi bencana longsor.
References
Alaslan Amtai, Amane Ade Putra Ode, Suharti Bangun, & Laxmi. (2023). Metode Penelitian Kualitatif (M. Si. Dr. Achmad Hidir, Ed.).
Andri Ns. Florensius, M. K., Ns Erni Buston, Mk., Sahmad, Mk., Ir Aminuddin Mane Kandari, Mk., Diki Ardiansyah, Ms., Ns Yusrawati, Mk., Khambali, Mk., Bromo Kusumo Achmad, M., Septi Mayang Sarry, Mk., Ns Waode Syahrani Hajri, P., Rachmaniyah, Mk., Santi Damayanti, Mk., Ns Erlin Ifadah, Mk., Sri Mulyani, Mk., Cornelia Dede Yoshima Nekada, Mk., Pauzan Effendi, Mk., & MKes, S. (2024). Manajemen Bencana Penerbit CV.EUREKA MEDIA AKSARA (pp. 1–73).
Anggaini Dr. Niken Lastiti, SAP. , M., & Widiyawati Anita Tri, S. S. ,M. A. (2023). Mitigasi Bencana dan Emergency Management Arsip pada Organisasi (Andika Hijrah Prasetyo, Ed.).
Bramasta, D., & Irawan, D. (2020). Mitigasi Bencana Gunung Meletus di Sekolah Rawan Bencana. 10. http://ojs.unm.ac.id/index.php/
Christy, E. N. (2025). Manajemen Mitigasi Bencana Banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Desa Kedunggempol Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Oleh: Ellza Nathania Christy. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains Dan Teknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.
Febrioko, D., Nurhayati, I., Sutrisno, J., Artikel Abstrak Kata kunci, I., Bencana, M., & Longsor, T. (2022). Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Begagalimo Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. 6(01), 8–20. http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/penamas
Nisa, F. (2014). Manajemen Penanggulangan Bencana Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor di Kabupaten Jombang. 2(2), 103–116.
Nurillah, S., Maulana, D., & Hasanah, B. (2022). Manajemen Mitigasi Penanggulangan Bencana Banjir Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon di Kecamatan Ciwandan. JDKP Jurnal Desentralisasi Dan Kebijakan Publik, 3(1), 334–350. https://doi.org/10.30656/jdkp.v3i1.4613
Siregar, A. M. (2019). Penerapan Algoritma K-Means Untuk Pengelompokan Daerah Rawan Bencana Di Indonesia. Information System Journal, 1, 1–10.
Sitanala, S. 1, Th, F. R. 2, & Ramadhan, M. (2017). Analisis Potensi dan Bahaya Bencana Longsor Menggunakan Modifikasi Metode Indeks Storie di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. 59–64.
Sopacua, Y., & Salakay, S. (2020). Sosialisasi Mitigasi Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon. Communicare : Journal of Communication Studies, 7(1), 1–17. https://doi.org/10.37535/101007120201
Undang-Undang Republik Indinesia Nomor 24 Tahun 2007, Pub. L. No. 24, 2007 1 (2007). Mengenai penanggulangan bencana
Virgiani, N. B., Aeni Wiwin Nur, & Safitri. (2022). Pengaruh Pelatihan Siaga Bencana dengan Metode Simulasi terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana : Literature Review. http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/bnj/index














