PROSPEK DEVELOPMENT AND VISITOR’S MANAGEMENT GUNUNG TAMBORA SEBAGAI TAMAN NASIONAL DI KABUPATEN BIMA

Authors

  • Muhammad Sauki Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima
  • Muhammad Iptidaiyah Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima

DOI:

https://doi.org/10.59050/jian.v19i1.129

Keywords:

Development and visitor’s management

Abstract

Judul penelitian ini adalah : “Prospek Development And Visitor’s Management Gunung Tambora Sebagai Taman Nasional Di Kabupaten Bima. Dengan tujuan  : 1) untuk mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, 2) Untuk mengetahui 2.           Strategi   apakah   yang menjadi prioritas dalam mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, dan

3) Untuk mengetahui 3.Untuk mengetahui Alternatif     strategi     yang     paling     tepat dikembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel di ambil dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang merupakan pengelola yang diserahi tanggung jawab untuk mengelola obyek wisata secara langsung. Tehnik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan  wawancara, observasi dan studi dokumentasi. (d) Tehnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian bahwa : pertama; kondisi lingkungan internal dan eksternal mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima   meliptuti : Lingkungan internal terdiri dari; potensi obyek wisata alam, partisipasi dan dukungan masyarakat sekitar kawasan Gunung Tambora, dukungan infrastruktur transportasi jalan dan jembatan, dukungan pelaku ekonomi di sekitar kawasan Gunung Tambora, dan kedua; lingkungan   eksternal,   meliputi   :   Kebijakan   Pemerintah   daerah   pengembangan kawasan  wisata  Gunung  Tambora,  Wisatawan  domestic/nasional  mapun mancanegara, serta kegiatan event budaya terkait dengan Tambora Menyapa Dunia, kedua;   Strategi yang menjadi prioritas dalam mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, melalui Destinasi Bentang Tambora saat ini di dominasi oleh wisata alam dan wisata sejarah dan wisatawan dapat melakukan camping ground, belajar mengolah kopi, melihat situs arkeologi sisa letusan gunung Tambora tahun 1815, sampai wisata air terjun atau wisata panen madu yang unik.   Dan Ketiga; Alternatif strategi yang paling tepat dikembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, meliputi : Promosi , khususnya ke luar negeri mengenai potensi  pariwisata yang ada di Bima, b. Bekerjasama dengan daerah lain yang telah berkembang dengan pesat pariwisatanya, misalnya Bali, c. Menumbuh kembangkan biro-biro perjalanan umum daerah, d. Mengikuti event-event dalam skala nasional dan internasional untuk memperkenalkan obyek wisata, e. Pengadaan buku-buku panduan pariwisata daerah seperti brosur, buklet dan lain-lain

References

Fahmi, Irham, 2013. Manajemen Strategis Teori dan Aplikasi. Bandung: CV Alfabeta.

Hasan, F. 2004. Pembangunan Berwawasan Budaya. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Heene, Aimè dkk, 2010. Manajemen

Strategik Keorganisasian Publik. Bandung: PT Refika Aditama:Hunger, J. David dan Wheelen, Thomas L, 2003. Manajemen Strategis.Yogyakarta: Andi.

Hutabarat, Jemsly dan Martani, Huseini,

Pengantar Manajemen Stratejik Kontemporer, Strategik di Tengah Operasional. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Kurniawan, Fitri Lukiastuti dan Hamdani, Muliawan, 2000. Manajemen Stratejik

dalam Organisasi. Yogyakarta: MedPress.

Mintzberg, Henry.dkk, 2003. The Strategy

Process. Edisi Keempat. New Jersey: Upper Saddle River.

Pitana, I Gde dan Diarta, I Ketut Surya,

Pengantar Ilmu

Pariwisata.Yogyakarta: Andi.

Pitana, I Gde. 2002. Pariwisata, Wahana Pelestarian Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat Bali. Denpasar Bali :

Universitas Udayana.

Robbins, Stephen P. dan Coulter, Mary,

Manajemen. Edisi Kedelapan. Klaten: PT Macanan Jaya Cemerlang.

Salusu, J. 2015. Pengambilan Keputusan Stratejik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sedarmayanti, 2014. Manajemen Strategi.

Bandung: PT Refika Aditama. Siagian, Sondang P, 2003. Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.

Siswanto, Victorianus Aries, 2011. Strategi

dan Langkah-langkah

Penelitian.Pekalongan: Graha Ilmu. Sugiyono, 2009. Metode Penelitian

Administrasi. Bandung: CV Alfabeta.

Tika, Zainuddin, 2012. Bantaeng Butta Toa.

Lembaga Kajian & Penulisan Sejarah

Budaya SulawesiSelatan.

T. Tikson, Deddy Dkk. 2003. Modul Mata

Kuliah Manajemen Strategi. Jurusan

Ilmu Administrasi Fisip Unhas

Umar, Husein. 2013. Desain Penelitian

Manajemen Stratejik. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Peraturan Perundang-Undangan :

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2007

Tentang Pembentukan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi dan Kedudukan Dinas-dinas daerah.

Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten

Bantaeng tahun 2005– 2025.

Peraturan Bupati Bima Nomor 19 Tahun

tentang Tugas Pokok, Fungsi dan

Uraian Tugas Jabatan Struktural Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Muhammad Sauki, & Muhammad Iptidaiyah. (2022). PROSPEK DEVELOPMENT AND VISITOR’S MANAGEMENT GUNUNG TAMBORA SEBAGAI TAMAN NASIONAL DI KABUPATEN BIMA. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 19(1), 33–42. https://doi.org/10.59050/jian.v19i1.129