Menggerakkan Partisipasi Masyarakat Pada Kegiatan Gotong Royong di Desa Jia Kecamatan Sape
DOI:
https://doi.org/10.59050/jian.v22i1.300Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai peran yang dijalankan oleh kepala desa dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan gotong royong di lingkungan desa. Secara rinci, tujuan penelitian ini meliputi: a) Mengidentifikasi peran kepala desa dalam menyusun rencana partisipasi masyarakat pada kegiatan gotong royong; b) Menggambarkan peran kepala desa dalam memotivasi serta menggerakkan masyarakat agar berperan aktif dalam kegiatan tersebut; c) Menjelaskan peran kepala desa dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya kegiatan gotong royong; dan d) Menjelaskan bagaimana kepala desa berupaya meningkatkan tingkat partisipasi warga melalui berbagai pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Dalam tahap perencanaan, kepala desa mempertimbangkan kondisi sosial dan kesibukan warga agar pelaksanaan gotong royong dapat diterima dan diikuti secara sukarela oleh masyarakat; b) Kepala desa berfungsi sebagai penggerak partisipasi masyarakat dengan memberikan keteladanan, motivasi, dan dorongan moral, sehingga masyarakat terdorong untuk ikut serta dalam kegiatan bersama tersebut; c) Dalam pelaksanaan kegiatan, kepala desa melakukan pengawasan, baik secara langsung maupun melalui perangkat desa, guna memastikan jalannya kegiatan sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Meski tidak selalu hadir secara langsung, kepala desa tetap mengkoordinasikan proses pengawasan agar kegiatan gotong royong berjalan efektif dan partisipasi warga tetap terjaga.
References
Adisasmita, Isbandi. 2006. Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok : FISIP UI Press
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Azinar Suyuti. 2008. Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa. Bogor : Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi
Faried, Alfarelly. 2007 Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelengaraan Pemerintahan Daerah. Jakarta: Rajawali Pers.
Gunawan. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Koentjaraningrat. 2007. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT Rineka CiptaKusnaedi. 2006. Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa. Bogor : Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi.
Lappin, 2007, Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Desa. Jakarta, Galia Indonesia.
Margono, Seokarjo. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit Rosdakarya Bandung.
Miles, Matthew. B. dan A. Michael Huberman. 2002. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia.
Moleong. Lexy J, 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Okley, Mickelen. 2001. Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Upaya Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta:Rajawali
Papayungan, dkk. 2009. Desa, Masyarakat Desa dan Pembangunan. Ghalia Indonesia. Jakarta
Pranadji, Tri. 2009. Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa. Bogor : Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi
Sastopoetra. 2006. Pembangunan Masyarakat Tinjauan Aspek: Sosiologi, Ekonomi dan Perencanaan. Yogyakarta : Penerbit Liberti Yogyakarta.
Sumardjono. 2009. Pemerintahan Desa dan Administrasi Desa. PT Raja. Jakarta: Grafindo Persada
Thomas, Wiloyono. 2012. Perencanaan Pembangunan Daerah. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Tim Penyusun KBBI. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Undang-Undang Republik Indonesia No. 6. 2014. Undang-undang Desa Kelurahan dan Kecamatan. Yogyakarta : Pustaka Mahardika
Yohanes Yahya. 2006. Partisipasi Sosial dalam Usaha Kesejahteraan Sosial. Alfabeta: Bandung

















