ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA BIMA SEBAGAI KOTA TEPIAN AIR (WATER FRONT CITY)

Authors

  • Syamsuddin Syamsuddin Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima
  • Junaidin Junaidin Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima

DOI:

https://doi.org/10.59050/jian.v17i1.75

Keywords:

Water Front City Development

Abstract

Pengembangan  waterfront  city  adalah  suatu  usaha  penataan  dan  pengembangan

bagian atau kawasan kota yang skala kegiatan dan fungsi yang ada sangat beragam dengan intensitas tinggi sebagai kegiatan perkotaan baik untuk fungsi perumahan, pelabuhan dan perdagangan komersial dan industri hingga kawasan wisata. Pengembangan waterfront city di Kota Bima, akan mempunyai dampak positif terhadap masyarakat sekitar pengembangan.

Hasil penelitian diharapkan bermanfaat : Pemerintah Kota Bima sebagai bahan dasar penyusunan pedoman teknis penataan kawasan. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data   dengan   menggunakan   reduksi   data,   display  data   dan   pengambilan   kesimpulan (verifikasi).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung kebijakan pengembangan kota tepian air, baik kondisi fisiografi wilayah maupun aspek lainnya. Dasar kebijakan pengembangan adalah tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bima sesuai dengan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bima. Bima mempunyai potensi besar untuk dikembangkan  sebagai  Kota  Tepian  Air  (Water  front  City),  baik  untuk  kawasan  wisata dengan dukungan berbagai objek wisata kota yang indah, seperti kawasan Amahami, Pantai Lawata, view Pulau Nisa yang mempesona, kawasan pintu gerbang Kota Bima dan Oi Ni’u serta  ditambah  dengan  keberadaan  berbagai  taman  rekreasi  yang  dibangun  pemerintah seperti, taman Amahami dan Gerbang Kota. Kawasan pengembangan juga dilengkapi dengan berbagai layanan publik. Sedangkan hambatan dan permasalahan yang dihadapi saat ini yang teridentifikasi adalah daya dukung terhadap kawasan yang dikembangkan, perencanaan pengembangan kawasan yang tidak didukung oleh basis perencanaan yang matang sehingga pembangunan dikawasan pengembangan water front city selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Permasalahan dan hambatan lain adalah penataan pedagang kaki lima yang tidak tertata, sampah yang menumpuk sepanjang pantai, pengelolaan parkir yang belum baik dan terkesan liar, pengembangan dan pemeliharaan kawasan yang tidak melibatkan masyarakat sekitar.

References

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek Edisi

Revisi V. Jakarta: PT. Rineka Cipta Burhan, Bungin. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi

Metodologi ke arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada.

Koentjaraningrat. 1997. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Laporan Akhir, Pedoman Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Tepi Air di Indosesia, Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, 1998.

Laporan Akhir, Pedoman Penyelenggaraan Pembangunan Perumahan Di Atas Air, Direktorat Jenderal Cipta Karya, 1998

Laporan Akhir, Model Perbaikan Lingkungan Permukiman di Kota Tepi Air dengan Mengembangkan Kearifan Masyarakat dan Nilai- nilai Tradisional, Puslitbang Permukiman, 2000.

Supriyanto, Iwan. 2016. Karakteristik Spesifik, Permasalahan Dan Potensi Pengembangan Kawasan Kota Tepi Laut/Pantai (Coastal City) Di Indonesia. Proceeding - Studi Dampak Timbal Balik Antar Pembangunan Kota dan Perumahan di Indonesia dan Lingkungan Global. Jakarta

Undang-Undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman.

Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.

Usman, Ahmad, 2014. Merajut Mozaik Kebersamaan Dalam Pembangunan Kota. Jurnal Administrasi Negara STISIP Mbojo Bima. Kota Bima

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Syamsuddin Syamsuddin, & Junaidin Junaidin. (2020). ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA BIMA SEBAGAI KOTA TEPIAN AIR (WATER FRONT CITY). Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 17(1), 68–89. https://doi.org/10.59050/jian.v17i1.75