REVOLUSI MENTAL MELALUI WADAH KERUKUNAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT LOKAL

Authors

  • Tasrif Tasrif Ilmu Komunikasi dan Administrasi Negara STISIP Mbojo
  • Muhammad Subhan Ilmu Komunikasi dan Administrasi Negara STISIP Mbojo

DOI:

https://doi.org/10.59050/jkk.v8i2.53

Keywords:

Revolusi mental, kearifan lokal, LASDO

Abstract

Hasil  observasi  awal  peneliti  memperoleh  gambaran  bahwa  masyarakat  Donggo adalah masyarakat yang sangat membanggakan hidup harmonis, baik secara sosial budaya,

politik, hukum, maupun secara agama. Hal tersebut dibuktikan dengan masih kentalnya adat di daerah tersebut yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat donggo. Tujuan penelitian

ini adalah untuk menganalisis: nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Donggo, bentuk kebudayaan  global  yang  dianggap  oleh  masyarakat  lokal  sebagai  pengaruh  yang  akan

membahayakan kebudayaan yang lama,dan dampak revitalisasi kearifan lokal dalam mengrevolusi mental masyarakat Donggo.

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama ada beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang masih tertanam,

bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Donggo sampai sekarang, yaitu Maja labo dahu

(malu dan takut), Mbolo Weki (musyawarah bersama), dan tekara nee (sumbang sih/antar

mahar). Kedua, terdapat beberapa bentuk kebuadayaan global yang dapat mengancam ketahanan  masyarakat  Lokal donggo  yaitu,  Rawa Mbojo  (Nyanyian Daerah Bima)  yang mengalami pergeseran nilai akibat munculnya orgen tunggal yang menyebabkan sering terjadinya perkelahian antarpemuda dan Perilaku konsumtif Tramadol oleh remaja di Donggo yang menyebabkan terjadinya kegilaan pada pengkonsumsinya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketiga, LASDO sebagai wadah kerukunan dan ketahanan masyarakat lo kal dengan hukum adatnya mampu  menjadi win-win solution dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Donggo saat ini.

 

 

Downloads

Published

2021-11-09

How to Cite

Tasrif, T., & Muhammad Subhan. (2021). REVOLUSI MENTAL MELALUI WADAH KERUKUNAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT LOKAL. Jurnal Komunikasi Dan Kebudayaan, 8(2), 104–120. https://doi.org/10.59050/jkk.v8i2.53