MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK SENI TARI BUJA KADANDA DI SANGGAR SENI WADU NOCU PENANA’E KOTA BIMA

Authors

  • Ainul Yakin Program Studi Komunikasi STISIP Mbojo Bima
  • Rahmi Program Studi Komunikasi STISIP Mbojo Bima
  • Yayu Rahmawati Mayangsari Program Studi Komunikasi STISIP Mbojo Bima

DOI:

https://doi.org/10.59050/jkk.v8i1.76

Keywords:

Makna Simbolik, Komunikasi Budaya, Tari Buja Kadanda

Abstract

Tujuan dari dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna komunikasi simbolik seni

tari Buja Kadanda di sanggar seni Wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Penelitian ini dilakukan di sanggar

seni wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif . Data primer diperoleh dari sumber yang telah di wawancara mandalam kepada pihak yang telah di tentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, disertai observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan data dokumentasi mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, trasnkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen report, lager agenda dan sebagainya, yang berhubungan dengan topik penelitian. Data yang berhasil di kumpulkan kemudian di analisis dengan menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang penulis lakukan untuk mengungkap makna simbolik tari Buja Kadanda di sanggar seni Wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Makna –makna tersebut dapat diamati dari gerak, iringan, tata rias dan tata busana yang digunakan pada tari Buja Kadanda. Tari buja kadanda bertemakan perjuangan, ada makna kekompakan yang ditunjukkan pada gerakan penyambutan. Gerakan silat (pembukaan ) mengandung makna kesatria, tanggung jawab. Gerakan inti melakukan gaya menggunakan tombak, bermakna  keberanian,  ketangkasan  dan  sebagai  suatu  gerakan  kegagahan  diri  dalam  melawan musuh. Gerakan penutup, bermakna memberikan tanda bahwa pertunjukkan tari Buja Kadanda akan segera berakhir. Makna iringan, makna kekompakan terlihat pada tetabuhan yang teratur. Busana Tari Buja Kadanda mengunakan pakaian prajurit (suba) melambangkan suatu karakter tokoh, meiliki makna kegagahan dan kesatriaan seorang prjurit. Nilai sosial dan Budaya, Sebagai Upacara s akral, Sebagai hiburan, Sebagai sarana pendidikan. Dapat di tarik kesimpulan dari makna yang terkandung dalam gerak, iringan, dan tata busana, bahwa tari Buja Kadanda dimaknai sebagai tarian pemberian apresiasi  terhadap perjuangan dan ketangkasan prajurit dulu  saat mempertahankan tanah Bima, sekaligus memberi pelajaran dan pengetahuan kepada generasi Bima, agar mejadi  seorang lelaki harus bertanggung jawab, berani, gagah, dan mempunyai jiwa kesatria, dalam menangani situasi atau permasalahan yang besar.

 

 

 

Downloads

Published

2023-01-06

How to Cite

Ainul Yakin, Rahmi, & Yayu Rahmawati Mayangsari. (2023). MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK SENI TARI BUJA KADANDA DI SANGGAR SENI WADU NOCU PENANA’E KOTA BIMA. Jurnal Komunikasi Dan Kebudayaan, 8(1), 09–19. https://doi.org/10.59050/jkk.v8i1.76

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>